Kamis, 14 Juni 2018

Inilah Delapan Dosen FISIP Unsa Makassar Tersertifikasi


Sedikitnya ada delapan tenaga pengajar Fisip Universitas Sawerigading Makassar lolos serifikasi dosen dari Kemenristekdikti RI. Para dosen itu mengajar di Prodi S1 Sosiologi dan S1 Administrasi Publik.

Demikian ditegaskan Ketua Unit Penjaminan Mutu Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar, Dr. Dety Sulanjadi, S.Sos, M.Si kepada media di Makassar, Rabu (13/6/2018).

Dijelaskan para dosen yang lolos sertifikasi itu dari prodi sosiologi yakni; Dr. Muhammad Yahya, M.Si;  Dr. Adi Sumandiyar, S.Sos, M.Si;  Dr. Arda Senaman, M.Si dan Umar Kamaruddin, S.Sos, M.Si, tandas doktor administrasi public PPs-Unhas ini.

Sebaliknya dosen dari prodi administrasi yang lolos sertifikasi adalah, Ahmad Syaekhu, S.Pd, M.Si, Drs. Drs. Masse, M.Si dan Dr. Dety Sulanjari, M.Si.

Para dosen yang dinyatakan lolos setiap saat mengajar di kampus dan setiap bulan juga mendapat tunjangan sertifikasi sesuai masa kerja dan jabatan fungsional yang mereka miliki, kata mantan Dekan Fisip Unsa.

Kedelapan orang yang lolos itu, ada dua Dosen Dipekerjakan Kopertis ( DPK) yakni Ahmad Syaekhu dan Masse.

Enam sisanya adalah pengajar dengan status Dosen Tetap Yayasan, ungkap magister manajemen administrasi pembangunan PPs-Unhas  ini. (nasrullah)

Read More......

Kamis, 22 Maret 2018

Info Kopertis IX Sulawesi Jangan Coba-Coba Palsukan Ijazah Pelaku Akan Ketahuan

MAKASSAR- Koordinator Kopertis IX Sulawesi Prof Dr Jasruddin, Sespel Kopertis IX, Dr Hawignyo, bersama Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), Prof Dr Hj Masrurah Mochtar.

       Ketua APTISI A  Sulawesi IX, Prof Dr Farid Ma’ruf, Ketua Aliansi Penyelenggaran Perguruan Tinggi (APPERTI) , Prof Dr Basri Modding.

       Para rektor dan guru besar ikut meramaikan acara Daeng Mampo  disiarkan  live di studio TVRI Sulsel, Selasa (13/3/2018) malam.

       Rektor yang hadir, Rektor Unasman Sulbar, Dr. Chuduriah Sahabuddin, M.Si, Rektor Universitas Islam Makassar, Dr. Hj. Andi Madjdah M.Zain, M.Si.   

 Acara Daeng Mampo yang disiarkan TVRI Sulsel setiap malam Rabu adalah salah satu program  hiburan TVRI Sulsel.

        Diselingi dengan lagu-lagu daerah dan bahkan pembawa acaranya pun lebih banyak berdialeg bahasa daerah Makassar dengan audensi.

Pada acara ini, Koordinator Kopertis IX Sulawesi Prof Jasruddin, ketika pembawa acara mempertanyakan isu ijazah palsu di perguruan tinggi, apakah di era Pak Prof Jas bisa ditiadakan?.

       Mantan Direktur Pascasarjana UNM dengan tegas mengatakan, pemerintah melalui Kemenristekdikti sekarang ini sudah memasang perangkapnya. Cepat atau lambat pasti akan ketahuan.

       “Jadi jangan coba-coba memalsukan ijazah, karena pasti yang bersangkutan akan terperangkap dan ketahuan,”ujar Prof Jas seraya mengatakan memalsukan ijazah adalah sebuah pelanggaran berat terhadap dunia pendidikan.  

      Ketua Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (APPERTI) Sulsel, Prof Basri Modding, mengatakan, organisasi yang baru dua bulan terbentuk di Sulsel ini. Memiliki visi bagaimana mempersiapkan fasilitas perguruan tinggi, serta perguruan tinggi harus bisa menyiapkan usaha – usaha yang produktif.

       Direktur Pascasarjana UMI Makassar ini, juga mengatakan, organisasi  kumpulan para pendiri perguruan tinggi yang dipimpinnya itu. Telah banyak mengalami banyak hambatan, apalagi dengan peraturan Kemenristekdikti yang mempersyaratkan prodi maupun institusi harus terakreditasi dan lainnya.

      Sekarang ini, kata Prof Basri, beberapa perguruan tinggi saat ini sedang dalam pembinaan, bahkan ada  sudah diputus dan ini juga hambatan sekaligus menjadi tugas Aliansi Penyelenggara PTS.

      “Saya berharap perguruan tinggi yang memiliki masalah jangan langsung diberikan rekomendasi untuk dicabut  isinnya, tapi kalau masih bisa dibina itu jauh lebih adil ketimbang langsung ditutup,”tegasnya.

     Sementara Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia, Prof Dr Hj Masrurah Mochtar, mengatakan, organisasi yang dipimpinnya sekarang ini sudah berdiri sejak tahun 1998.

       Asosiasi ini sudah cukup tua dibandingkan dengan asosiasi lainnya, sehingga sudah banyak berkiprah di tingkat nasional dan dalam waktu dekan ini akan dilaksanakan workshop.(nasrullah)
  

Read More......

Minggu, 11 Maret 2018

Riset Kopertis IX Sulawesi 2018, Alokasi Dana Mencapai Rp 35,76 M

MAKASSAR- Pengembangan riset dan pengabdian pada masyarakat khususnya di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia sampai saat ini masih terkesan lambat dan  kurang memiliki daya tarik.  Padahal perguruan tinggi adalah lumbung orang-orang  cerdas dan kreatif, namun untuk kegiatan riset belum dianggap sesuatu  yang   menarik di Indonesia.

Boleh jadi, ini juga akibat dari kesalahan  pemerintah yang terkesan masih setengah hati mendorong pengembangan riset dan pengabdian di Indonesia selama ini. Meskipun demikian dalam tiga  tahun terakhir pengembangan riset di perguruan tinggi di Indonesia terkhusus dalam lingkup Kopertis IX Sulawesi telah mengalami peningkatan yang luar biasa.


Data Kopertis IX, bahwa tahun 2015 kegiatan penelitian telah melibatkan sebanyak 808 dosen, meningkat 2016 menjadi 924 dosen. Dan tahun 2017 lalu pengingkatannya sangat signifikan dosen yang terlibat dalam  kegiatan riset sebanyak 1.364 orang.

Tidak hanya jumlah dosen peneliti yang meningkat tetapi perguruan tinggi yang menerima dana riset juga semakin meningkat dalam tiga tahun terakhir, yakni tahun 2015 jumlah perguruan tinggi yang terlibat kegiatan riset sebanyak 55, meningkat tahun 2016 menjadi 77 perguruan tinggi dan 2017 perguruan tinggi yang terlibat kegiatan riset sudah mencapai 102.

Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Ketenagaan Kopertis IX Sulawesi, Ichsan Kasnul Faraby, S.Sos, M.Si didampingi stafnya,m  Dr Mustakim Muhlak, .M.Si memberikan data penelitian dan pengabdian masyarakat, bahwa dalam tiga tahun terakhir  pagu anggaran penelitian dan pengabdian masyarakat di kopertis IX terus mengalami peningkatan.

Dana penelitian dari Kemenristekdikti  yang diterima Kopertis IX Sulawesi tahun 2015  mencapai Rp14.584.500.000, meningkat 2016 menjadi Rp15.037.100.000, dan 2017  menjadi Rp31.324.411.000 dan tahun 2018 meningkat lagi menjadi Rp35.762.907.000

Berbeda dengan dana pengabdian pada masyarakat masih sangat rendah, tahun 2015  baru mencapai Rp7.388.500.000, tahun 2016 meningkat Rp9.398.600.000, tahun 2017 turun menjadi Rp8.999.640.000 dan meningkat tahun 2018 menjadi Rp9.563.000.000.

Dana penelitian yang terserap ke perguruan tinggi dalam tiga tahun terakhir ini, dimulai tahun 2015 terbesar UMI Makassar (Rp3.572.000.000), Unismuh Makassar (Rp1.600.000.000), Umpar (Rp1.500.000.000), UKI Paulus (Rp1.200.000.000), dan Unibos (Rp1.200.000.000).

Dana penelitian 2016 terbesar UMI Makassar (Rp3.997.000.000), Umpar (Rp1.419.000.000), Unismuh Makassar(Rp1.857.000.000) dan Unibos (Rp1.100.000.000).

Sedangkan tahun 2017 dana penelitian terbesar UMI Makassar (Rp8.800.000.000), Unismuh Makassar (Rp3.200.000.000), Umpar (Rp2.600.000.000).

Dan tahun 2018 pergurun tinggi yang mendapatkan dana penelitian tertinggi masih dipegang oleh UMI Makassar (Rp 6.347.000.000), Unismuh Makassar (Rp 3.464.130.000), Umpar (Rp2.889.500.000), Unibos (Rp1.250.000.000) dan UKI Paulus (Rp1.400.000.000).

Sedangkan untuk  kegiatan pengabdian dalam tiga tahun terakhir tahun 2015 terbesar  dananya Unibos (Rp2.000.000.000), serta Unismuh Makassar (Rp790.000.000). Tahun 2016 terbesar  Unibos (Rp3.200.000.000), UMI (Rp786.000.000) dan Unismuh Makassar (Rp616.000.000).

Tahun 2017 terbesar  Unibos (Rp2.900.000.000),  Unismuh Kendari (Rp. 606.000.000), UMI (Rp483.000.000), UKI Paulus (Rp. 450.000.000), Unismuh Makassar (Rp. 4.00.000.000).

Di tahun 2018 Unibos masih yang paling terbesar menyerap dana pengabdian pada masyarakat  yakni (Rp. 2.551.000.000), menyusul  Uncok Palopo (Rp.755.000.000), Unismuh Kendari (Rp. 655.000.000), serta Unismuh Palu (Rp. 650.000.000).

 Sekadar diketahui ada dua perguruan tinggi yang sudah masuk klaster utama untuk penelitian yakni UMI Makassar dan Uncok Palopo. Sementara klas madya ada lima PTS yakni, Unismuh Makassar, Umpar,  Universitas Al-Khaerat, UKI Paulus dan Unismuh Buton.(nasrullah-yahya)

Read More......

Jumat, 02 Desember 2016

FISIP UNIVERSITAS SAWERIGADING JAJAKI KERJASAMA UNM



Meskipun baru beberapa pekan dilantik menjadi Ketua Prodi Sosiologi Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar, Adi Sumandiyar sudah mempersiapkan sejumlah agenda yang akan dijalankan.
 
Sekarang ini yang sementara jalan adalah pembentukan organisasi kemahasiswaan HMJ Sosiologi, dan akan melakukan kerjasama dengan sejumlah pergurguan tinggi penyelenggara pendidikan sosiologi.

Untuk bidang kerjasama, Adi Sumandiyar yang juga ketua umum IKA Unsa didampingi Dekan Fakultas Sosiologi Unsa, Dr Moh Yahya Mustafa, Rabu (23/11/2016) menjajaki kerjasama dengan Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM).


Di UNM Adi Sumandiyar dan Moh. Yahya Mustafa diterima Ketua Prodi Sosiologi UNM, Dr Muhammad Syukur, S.Ag, M.Si di ruang kerjanya. 
 
Prinsipnya kerjasama yang akan dibangun kedua belah pihak tentang pengembangan penelitian dan pengembangan masyarakat dan juga kegiatan-kegiatan pelatihan. Adi yang juga kandidat doktor sosiologi UNM berharap dalam waktu dekat penandatanganan kerjasama ini akan segera dilaksanakan.

Sementara itu Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi UNM, Dr Muhammad Syukur, S.Ag, M.Si menyambut baik penjajakan kerjasama ini dengan Unsa dalam hal ini program studi sosiologi Unsa. 

Berharap kerjasama ini tidak hanya sebatas dalam hal penelitian, pengabdian pada masyarakat, tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan workshop atau pelatihan – pelatihan termasuk untuk penulisan jurnal.

Muhammad Syukur menjelaskan kebijakan yang saat ini diambil antara lain telah mendorong kegiatan PKM bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi UNM. “Sekarang ini sudah banyak yang lolos proposalnya,” jelas alumni Sosiologi IPB 2014.

Hal lain yang menjadi keunggulan di Prodi Pendidikan Sosiologi ini, masih yang terbanyak lulus guru PNS di program sarjana mendidik di wilayah termiskin, terdepan dan terluar (SM3T).

Dikatakan sekarang ini mahasiswa prodi pendidikan sosiologi kurang lebih 400 orang. Jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahun dibatasi hanya kurang lebih 60 orang. Sekarang ini alumninya sudah mencapai ratusan orang dari dua angkatan.(nasrullah)

Read More......

Susanti Generasi Ketiga Memimpin Perguruan Sawerigading



Ketua Yayasan Perguruan Sawerigading, Susanti I Mutia Lagaligo Syahadat,  adalah generasi ketiga memimpin perguruan yang mulai hadir sejak 1943 ini. Kakeknya, Nuruddin Syahadat mendirikan, kemudian di lanjutkan bapaknya, I Lagaligo Nuruddin Syahadat.
 
Santy panggilan akrabnya lahir  di Makassar, 6  Agustus 1975. Dia anak kedua dari delapan bersaudara, dari pasangan  Drs Lagaligo Syahadat dengan Joice Maramis. 

Dia  memiliki riwayat pendidikan  dimulai dari sekolah SDN Sudirman dan menyelesaikan di SDN Mangkura III, tahun 1988, SMP  Al – Jihad Jakarta  selesai tahun 1991, SMA Negeri  64 Jakarta selesai tahun 1994.


Setelah selesai SMA, lanjut kuliah di kampus  milik orang tuanya, Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar,  mengambil Jurusan Sastra dan selesai tahun 2004, kemudian lanjut program magister (S2) di Universitas  WR Supratman Surabaya

Dia mengambil tesis  penelitian  Implementasi  UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak khususnya pendidikan anak usia dini di Kecamatan Biringkananya, Makassar, berhasil menyelesaikan studi  S2-nya tahun 2014. Sekarang ini lanjut studi program S3 di Universitas 17 Agustus Surabaya  tahun 2015.

Setahun setelah meraih gelar sarjana, yakni pada tahun 2005,cucu pendiri yayasan  perguruan sawerigading ini ditarik bergabung ke Unsa sebagai staf administrasi, setelah beberapa tahun sebagai staf administrasi lalu kemudian diamanahi menjadi Pembantu Dekan I Fakultas Sastra Unsa. 

Pada periode 2012 kampus mempercayai  untuk menduduki posisi kepala biro umum dan setahun menjadi kepala biro, ayahandanya (Drs Lagaligo Syahadat) memberikan amanah atau tugas berat sebagai ketua Yayasan Perguruan Sawerigading sampai sekarang ini.

Ayahnya selalu berpesan ketika masih hidup, jaga baik-baik kampus ini, lembaga ini harus jalan terus, tidak boleh mati dan harus lebih bagus dan lebih berkembang di waktu-waktu mendatang.

 “Pesan ini yang selalu diingatkan kepada saya. Pesan ini pasti saya ingat terus dan tidak  ingin mengecewakan  bapak, meskipun sudah tiada,”tandasnya.

Makanya Zusanti dalam setiap kali memberikan sambutan, selalu mengatakan, tantangan sekaligus pekerjaan rumah agar kampus ini tetap eksis sejajar dengan perguruan tinggi yang lebih maju , adalah fokus  pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya dosen  serta akreditas pada semua prodi. (ulla)

Read More......